Biarkan aku terus mencintaimu
26 Mei 2008 -- 0 komentarKekasih,
Aku tahu Kau datangi kamarku pagi ini
Aku dapat merasakan kehadiranMu di sela-sela sujudku
Aku dapat melihat sepasang mataMu yang berbinar indah
Mata kemilau yang membuatku ingin melebur ke dalamnya
Tahukah Kau, Kekasih?
Aku bahagia, sangat bahagia
Ketika pelan-pelan kurasakan belaianMu di rambutku
Ketika tiba-tiba kurasakan kecupan hangatMu di mataku yang tak kuasa menahan tangis.
Tangis bahagia karena Kau membalas cintaku
Tubuhku luluh, kehilangan daya saat Kau angkat aku dari simpuh
Hmm...tanganMu begitu kokoh
Kuraskan itu kala Kau tarik bahuku dan menggapai jemariku
yang masih menapak di sajadah menjajari dahi
Lunglai aku dalam dekapMu
Tak kuasa kutampik pelukMu yang begitu hangat, menenangkan
Demi namaMu,
Jangan pernah lepaskan aku, jangan tanggalkan pelukan itu
Biarkan bentangan tanganMu jadi...
Cinta
16 Mei 2008 -- 0 komentar
Kemarin aku berdiri berdekatan pintu gerbang sebuah rumah ibadat dan bertanya kepada manusia yang lalu-lalang di situ tentang misteri dan kesucian cinta.
Seorang lelaki setengah baya menghampiri, tubuhnya rapuh wajahnya gelap. Sambil mengeluh dia berkata, “Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi lemah, aku mewarisinya dari Manusia Pertama.”
Seorang pemuda dengan tubuh kuat dan besar menghampiri. Dengan suara bagai menyanyi dia berkata, “Cinta adalah sebuah ketetapan hati yang ditumbuhkan dariku, yang rnenghubungkan masa sekarang dengan generasi masa lalu dan generasi yang akan datang.’
Seorang wanita dengan wajah melankolis menghampiri dan sambil mendesah, dia berkata, ‘Cinta adalah racun pembunuh, ular hitam berbisa yang menderita di neraka, terbang melayang dan berputar-putar menembusi langit sampai ia jatuh tertutup embun, ia hanya akan diminum oleh roh-roh yang haus. Kemudian...
